Selasa, April 6, 2021

Menggelar Operasi Yustis, KOdim 0710 Tekankan 5 M

RASIKA PEKALONGAN.COM - Kota Pekalongan – Upaya serius dalam mencegah penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh TNI, tidak hanya melakukan operasi penegakan disiplin...
More

    Terbaru

    KLB Abal-Abal Ditolak, Para Kader Demokrat Cukur Gundul

    PATI – Kubu KLB Deliserdang yang dimotori para mantan kader Partai Demokrat akhirnya harus gigit...

    Beraksi 14 Kali, Polisi Amankan Pelaku Penipuan Dan Penggelapan Mobil Siaga

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN - Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kesesi Polres Pekalongan berhasil mengamankan...

    Nelayan Kota Pekalongan Panen Rebon

    RASIKA PEKALONGAN.COM - Kota Pekalongan - Akhir bulan Maret ini para nelayan di Kota Pekalongan mulai panen udang...

    Hidup Di Kandang Ternak, Kakek Nenek Ini Tak Pernah Dapat Bantuan Apa pun

    KESESI RASIKA pEKALONGAN – Ini bukan kisah khayalan yang ada di negeri makmur dan sejahtera, tapi kisah pilu dan nyata yang ada di Kabupaten Pekalongan, Mbah Deman,75, dan Mak Wasri,60, warga RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, selama belasan tahun hidup menyatu di kandang ternak, seperti ayam, bebek dan burung merpati, tak pernah mendapat bantuan apa pun dari Pemerintah Desa setempat.

    Meski Mbah Deman dan Mak Wasri, pasangan lansia yang hidup memprihatinkan, di sebuah rumah berdinding anyaman bambu dengan luas 30 meter persegi, dengan lantai tanah. Tak ada kompor gas di bagian dapur, tak ada lemari pakaian, apa lagi mejaku kursi, ruang tamunya menyatu dengan dapur dan kandang ternak, disitulah mereka tidur belasan tahun, dan Mereka masih bekerja sebagai buruh tani, dengan upah 3 piring beras.

    Mbah Deman Senin (25/05) siang menceritakan pada Rasika Pekalongan , bahwa dirinya tak lagi bekerja dua tahun terakhir, karena mengalami sakit sesak napas. Sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh tani.

    Mbah Deman dan Mak Wasri, pasangan lansia yang hidup memprihatinkan, di sebuah rumah berdinding anyaman bambu dengan luas 30 meter persegi, dengan lantai tanah.

    “Saya sakit napas sudah hampir dua tahun, dan tidak pernah berobat karena tak pernah punya uang. Sebelum sakit, saya kerjanya di sawah buruh pacul. Sekarang hanya di rumah dan yang kerja istri saya,” ungkap Deman, kepada Rasika Pekalongan.

    Sang istri Mak Wasri, kini yang melanjutkan pekerjaan suaminya sebagai buruh tani, dan pekerjaan serabutan lainnya, hanya untuk menyambung hidup. “Kalau ada panggilan dari tetangga, saya bekerja sebagai buruh tani seperti nandur dan jemur gabah, apa sajalah yang penting bisa buat beli beras dan garam. Upah kerja sehari, biasanya dalam bentuk beras sebanyak 3 piring, jarang dapat uang” ucap Mak Wasri.

    Mereka berdua sudah belasan tahun hidup serumah dengan ternak, setelah hewan ternaknya besar, mereka akan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, disaat itulah mereka pegang uang.

    upah beras sebanyak tiga piring, hasil kerja serabutan yang didapat Mbah Wasri, untuk makan tiga hari

    “Wis biasa turu karo pitik karo meri (sudah biasa tidur bareng ayam dan bebek). Kalau hewannya sudah besar akan dijual untuk kebutuhan makan,” ujar Deman.

    Meski berat dan sangat miskin, mereka mengaku sudah terbiasa menjalani hidup serba keterbatasan itu. Rumah pun sejak lama tak pernah mereka perbaiki, jika hujan turun, mereka sulit tidur karena hampir semua atapnya bocor, demikian juga dengan dinding kayu yang sudah berlubang karena lapuk, rumah berlantai tanah itu jauh dari sehat untuk dihuni.

    “Kalau hujan gubuknya sering bocor, air hujan dari luar juga masuk , kadang kotoran ternak menyatu dengan lantai rumah, tapi mau bagaimana lagi karena ini rumah saya dengan simbah,” imbuh Mak Wasri.

    Ruang tamu, tempat tidur, dapur dan kandang ternak menyatu dalam tuangan 3 x 3 meter,, yang digunakan Mak Wasri dan Mbah Deman tinggal

    Mereka memiliki empat orang anak yang kini sudah berkeluarga, namun tinggal di tempat yang jauh, dan jarang ditengok oleh anak cucuknya meski lebaran tiba setiap tahun.

    Ironisnya, di tengah pandemi Covid-19 ini dimana Pemerintah mengucurkan dana hingga trilunan rupiah, dengan tujuh skim bantuan untuk warga terdampak Covis-19. Ternyata pasangan Deman dan Wasri belum pernah mendapatkan bantuan sosial apa pun. Bahkan sebelum pandemi pun tak ada bantuan pemerintah datang ke rumahnya, termasuk Pemerintahan Desa setempat tak pernah hadir. Belum ada petugas yang datang dan mendata dirinya, apalagi menayakan mereka sudah makan atau belum.

    “Sering sekali anak saya mengurus bantuan ke desa tapi gagal terus. Hanya sampai di desa selanjutnya tidak ada kabar sama sekali,” kata Wasri, dengan wajah pasrah.

    Tak ada perabotan apa pun, kecuali gelas, piring plastik dan termos yang dibeli dari jual ayam dan bebek

    Ketua RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Roni, membenarkan kakek-nenek itu belum pernah menerima bantuan, meski pihaknya sudah mengajukan ke desa. Sebulan terakhir ini, Mbah Deman telah terdata mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Jawa tengah, namun belum ada realisasi hanya sebatas didata saja tanpa ada kepastian. “Sebenarnya Mbah Deman sudah terdata di bantuan provinsi, tapi bantuannya belum turun sampai sekarang. Untuk bantuan PKH, terus BST dan lainnya memang beliau tidak terdata,” jelas Roni.(adm)

    Latest Posts

    KLB Abal-Abal Ditolak, Para Kader Demokrat Cukur Gundul

    PATI – Kubu KLB Deliserdang yang dimotori para mantan kader Partai Demokrat akhirnya harus gigit...

    Beraksi 14 Kali, Polisi Amankan Pelaku Penipuan Dan Penggelapan Mobil Siaga

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN - Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kesesi Polres Pekalongan berhasil mengamankan...

    Nelayan Kota Pekalongan Panen Rebon

    RASIKA PEKALONGAN.COM - Kota Pekalongan - Akhir bulan Maret ini para nelayan di Kota Pekalongan mulai panen udang...

    Info Penting

    Bagikan Masker Di Pasar, Tekan Penyebaran Covid-19

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN - Jajaran Polres Pekalongan terus melakukan himbauan dalam rangka pendisiplinan masyarakat untuk menerapkan...

    Tim Penilai WBK Kunjungi Polres Pekalongan

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN - Polres Pekalongan menerima kunjungan Tim Penilai Internal dari Mabes Polri, Selasa (2/3/2021)....

    BUPATI TERPILIH FADIA ARAFIQ TINJAU DAERAH TERDAMPAK BANJIR

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKAONGAN - Bupati Terpilih Fadia Arafiq, SE MM didampingi Penjabat (Pj) Sekda Ir Bambang Irianto M.Si , Kepala...

    BUPATI MINTA DANA DESA DIKELOLA DENGAN BAIK DAN TRANSPARAN

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN- Dalam rangka upaya penguatan efektifitas Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi...

    PERCEPAT AIR SURUT, 11 POMPA BARU DI PASANG

    RASIKA PEKALONGAN.COM - KAJEN PEKALONGAN – Menindaklanjuti temuan kerusakan pompa air pada kunjungan sebelumnya di daerah terdampak banjir...

    Berlangganan

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.