Selasa, Oktober 13, 2020

Polisi Sisir Gedung KPU Jelang Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Pekalongan Tahun 2020

RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Polres Pekalongan menerjunkan satu Tim sterilisasi dari Unit Dalmas Sat Sabhara untuk melaksanakan sterilisasi ruangan Rapat Pleno penetapan...
More

    Terbaru

    Tinjau Spam Regional Petanglong, Plt Bupati Berharap Penyerapan Air Spam Meningkat

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Plt Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan tinjauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong di Kedungkebo Kecamatan...

    Plt Bupati Arini Resmikan Kantor Baru Bank Jateng Wiradesa

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Ir. Hj Arini Harimurti meresmikan kantor baru Bank Jateng KCP Wiradesa (Kantor Cabang...

    Gerakan Disiplin Protokol Kesehatan, Polisi Bersama Instansi Terkait Gencarkan Operasi Yustisi

    RAIKA PEKALONGAN, - KAJEN - Guna mencegah penyebaran Covid-19 jajaran Polres Pekalongan bersama instansi terkait semakin gencar melaksanakan Operasi Yustisi.

    Tokoh Agama, Akedemisi Dan Mahasiswa Kab.Pekalongan Tolak Aksi Demo Anarkis Pasca Disahkannya UU Cipta Kerja

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Para Tokoh Agama, Akedemisi dan beberapa Ketua BEM Universitas yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan menyerukan kepada masyarakat...

    Hidup Di Kandang Ternak, Kakek Nenek Ini Tak Pernah Dapat Bantuan Apa pun

    KESESI RASIKA pEKALONGAN – Ini bukan kisah khayalan yang ada di negeri makmur dan sejahtera, tapi kisah pilu dan nyata yang ada di Kabupaten Pekalongan, Mbah Deman,75, dan Mak Wasri,60, warga RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, selama belasan tahun hidup menyatu di kandang ternak, seperti ayam, bebek dan burung merpati, tak pernah mendapat bantuan apa pun dari Pemerintah Desa setempat.

    Meski Mbah Deman dan Mak Wasri, pasangan lansia yang hidup memprihatinkan, di sebuah rumah berdinding anyaman bambu dengan luas 30 meter persegi, dengan lantai tanah. Tak ada kompor gas di bagian dapur, tak ada lemari pakaian, apa lagi mejaku kursi, ruang tamunya menyatu dengan dapur dan kandang ternak, disitulah mereka tidur belasan tahun, dan Mereka masih bekerja sebagai buruh tani, dengan upah 3 piring beras.

    Mbah Deman Senin (25/05) siang menceritakan pada Rasika Pekalongan , bahwa dirinya tak lagi bekerja dua tahun terakhir, karena mengalami sakit sesak napas. Sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh tani.

    Mbah Deman dan Mak Wasri, pasangan lansia yang hidup memprihatinkan, di sebuah rumah berdinding anyaman bambu dengan luas 30 meter persegi, dengan lantai tanah.

    “Saya sakit napas sudah hampir dua tahun, dan tidak pernah berobat karena tak pernah punya uang. Sebelum sakit, saya kerjanya di sawah buruh pacul. Sekarang hanya di rumah dan yang kerja istri saya,” ungkap Deman, kepada Rasika Pekalongan.

    Sang istri Mak Wasri, kini yang melanjutkan pekerjaan suaminya sebagai buruh tani, dan pekerjaan serabutan lainnya, hanya untuk menyambung hidup. “Kalau ada panggilan dari tetangga, saya bekerja sebagai buruh tani seperti nandur dan jemur gabah, apa sajalah yang penting bisa buat beli beras dan garam. Upah kerja sehari, biasanya dalam bentuk beras sebanyak 3 piring, jarang dapat uang” ucap Mak Wasri.

    Mereka berdua sudah belasan tahun hidup serumah dengan ternak, setelah hewan ternaknya besar, mereka akan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, disaat itulah mereka pegang uang.

    upah beras sebanyak tiga piring, hasil kerja serabutan yang didapat Mbah Wasri, untuk makan tiga hari

    “Wis biasa turu karo pitik karo meri (sudah biasa tidur bareng ayam dan bebek). Kalau hewannya sudah besar akan dijual untuk kebutuhan makan,” ujar Deman.

    Meski berat dan sangat miskin, mereka mengaku sudah terbiasa menjalani hidup serba keterbatasan itu. Rumah pun sejak lama tak pernah mereka perbaiki, jika hujan turun, mereka sulit tidur karena hampir semua atapnya bocor, demikian juga dengan dinding kayu yang sudah berlubang karena lapuk, rumah berlantai tanah itu jauh dari sehat untuk dihuni.

    “Kalau hujan gubuknya sering bocor, air hujan dari luar juga masuk , kadang kotoran ternak menyatu dengan lantai rumah, tapi mau bagaimana lagi karena ini rumah saya dengan simbah,” imbuh Mak Wasri.

    Ruang tamu, tempat tidur, dapur dan kandang ternak menyatu dalam tuangan 3 x 3 meter,, yang digunakan Mak Wasri dan Mbah Deman tinggal

    Mereka memiliki empat orang anak yang kini sudah berkeluarga, namun tinggal di tempat yang jauh, dan jarang ditengok oleh anak cucuknya meski lebaran tiba setiap tahun.

    Ironisnya, di tengah pandemi Covid-19 ini dimana Pemerintah mengucurkan dana hingga trilunan rupiah, dengan tujuh skim bantuan untuk warga terdampak Covis-19. Ternyata pasangan Deman dan Wasri belum pernah mendapatkan bantuan sosial apa pun. Bahkan sebelum pandemi pun tak ada bantuan pemerintah datang ke rumahnya, termasuk Pemerintahan Desa setempat tak pernah hadir. Belum ada petugas yang datang dan mendata dirinya, apalagi menayakan mereka sudah makan atau belum.

    “Sering sekali anak saya mengurus bantuan ke desa tapi gagal terus. Hanya sampai di desa selanjutnya tidak ada kabar sama sekali,” kata Wasri, dengan wajah pasrah.

    Tak ada perabotan apa pun, kecuali gelas, piring plastik dan termos yang dibeli dari jual ayam dan bebek

    Ketua RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Roni, membenarkan kakek-nenek itu belum pernah menerima bantuan, meski pihaknya sudah mengajukan ke desa. Sebulan terakhir ini, Mbah Deman telah terdata mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Jawa tengah, namun belum ada realisasi hanya sebatas didata saja tanpa ada kepastian. “Sebenarnya Mbah Deman sudah terdata di bantuan provinsi, tapi bantuannya belum turun sampai sekarang. Untuk bantuan PKH, terus BST dan lainnya memang beliau tidak terdata,” jelas Roni.(adm)

    Latest Posts

    Tinjau Spam Regional Petanglong, Plt Bupati Berharap Penyerapan Air Spam Meningkat

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Plt Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan tinjauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong di Kedungkebo Kecamatan...

    Plt Bupati Arini Resmikan Kantor Baru Bank Jateng Wiradesa

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Ir. Hj Arini Harimurti meresmikan kantor baru Bank Jateng KCP Wiradesa (Kantor Cabang...

    Gerakan Disiplin Protokol Kesehatan, Polisi Bersama Instansi Terkait Gencarkan Operasi Yustisi

    RAIKA PEKALONGAN, - KAJEN - Guna mencegah penyebaran Covid-19 jajaran Polres Pekalongan bersama instansi terkait semakin gencar melaksanakan Operasi Yustisi.

    Tokoh Agama, Akedemisi Dan Mahasiswa Kab.Pekalongan Tolak Aksi Demo Anarkis Pasca Disahkannya UU Cipta Kerja

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Para Tokoh Agama, Akedemisi dan beberapa Ketua BEM Universitas yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan menyerukan kepada masyarakat...

    Info Penting

    Bagikan Ratusan Brosur Himbauan, AKP Pipit Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

    RASIKA PEKALONGAN. KAJEN - Sebagai upaya terciptanya tertib berlalu lintas ditengah pandemi Covid-19, Kasat Lantas Polres Pekalongan Polda Jateng AKP Pipit Witianingsih,...

    122 Warga Terjaring Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kab.Pekalongan melakukan operasi yustisi yang...

    130 Orang Terjaring Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Di Komplek Alun-Alun Kajen

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Masih banyak pengendara maupun penggunan jalan yang membandel tidak pakai masker saat beraktivitas. Hal itu tampak saat operasi...

    Kapolres Pekalongan Tekankan Netralitas Anggota Dalam Pilkada

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si menekankan kepada seluruh jajarannya agar netral dan tidak memihak dalam...

    Kapolres Pekalongan Ajak Para Kontestan Dan Penyelenggara Pemilu Wujudkan Pilkada Damai Sambil Bagikan Masker

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Untuk terwujudnya situasi kamtibmas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif,...

    Berlangganan

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.